Misteri Jarum Jam Berhenti Saat Tsunami di Aceh

Sagoe Tunong - Masih ingatkah anda mengenai kejadian yang menewaskan lebih dari 100 ribu orang yang tak bersalah itu? benar itulah kejadian tsunami di aceh. Ternyata dibalik kejadian yang pernah menggemparkan dunia itu tersirat sebuah cerita yang saat ini masih manjadi tanda tanya di kepala orang yang telah mengetahuinya. Kejadian apakah itu? Mari kita simak selengkapnya dibawah ini.

Misteri jarum jam berhenti saat tsunami di aceh

Gambar diatas telah menjadi bukti bahwa jam tersebut berhenti berdetak saat detik terakhir tsunami mulai melanda tanah rencong aceh yang pernah mengalami masa kejayaan pada masa sultan Iskandar Muda ini. Berikut ceritanya yang saya rangkum dari kumpulancerita.net,


Sepekan setelah tsunami saya pernah sempat menemani mas Imam B Prasodjo dari Universitas Indonesia (UI) bersama rekan negara asing yang bernama Charlie Moet dari badan penelitian USA, yaitu bisa dikatakan sebuah badan atau lembaga kemanusiaan yang didirikan oleh para veteran tentara Amerika semasa perang di negara Vietnam serta Amirul Amir staf yayasan nurani dunia jakarta untuk berkeliling melihat ribuan mayat yang tergeletak di setiap langkah dan para tim relawan mulai membantu mengevakuasi para jenazah yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia itu.

Saat melakukan perjalanan, sampai juga pada daratan yang pertama kali disinggahi Gelombang raksasa yaitu tepian pantai Ulee Lhee. Setelah melintasi banyak puing - puing bangunan yang berserakan. Charlie Moet yang mengamati banyaknya puing - puing yang bertebaran tadi terlihatlah sebuah jam dinding tua yang telah hancur akibat Tsunami disekitar tempat kami berdiri. Sekilas tak ada yang menarik dari jam dinding tua tersebut karena masih cukup banyak benda-benda lain yang lebih besar dan berserakan dikawasan itu yang tak diketahui siapa pemiliknya.

Apa Yang Terlihat Lain Dari Jam Dinding Tua Tersebut?

Kenapa Charlie Moet tetap membawa pulang jam dinding tua tersebut sampai dia pulang kenegaranya? Ternyata benda yang dia ambil dari pantai Ulee Lhee tersebut masih terlihat tanggalnya pada jam tersebut menunjukkan tanggal pada angka ke 26, dan pada panel hari jam tersebut juga menunjukkan kata SUN yang berarti Sunday dalam bahasa Inggris bila diterjemahkan dalam bahasa indonesia ialah Hari Minggu dan terlihat pula bahwa kedua jarum yang telah mati tersebut menunjukkan pukul 8 lewat 58 Menit. Disitulah baru saya sadar bahwa jam tersebut berhenti berdetak tepat pada saat peristiwa Tsunami Aceh pada Tanggal 26 Desember 2004 pukul 08.56 WIB. Bisa dikatakan ketika gempa mulai melanda tanah Serambi Mekkah pada skala 9.8 Richter diperkirakan jam tersebut masih berfungsi, dan pada saat terbangunnya gelompang pasang yang begitu besar menghujam sebagian besar wilayah banda aceh jam tersebut telah berhenti berdetak

Apa yang terjadi dengan jam dinding tersebut beberapa bulan kemudian setelah Peristiwa Gelombang Tsunami Aceh yang ditemukan di pantai Ulee Lhee tersebut? Dan tak terduga dihampir diseluruh kabar berita seluruh penjuru dunia lebih tepatnya di media International di Amerika dan Eropa memuat berita dan foto2 tentang jam dinding tersebut dan tak berapa lama Majalah TEMPO Jakarta juga menerbitkan berita dan foto yang sama dengan halaman khusus pada majalah paling populer di Indonesia itu.



Berkomentarlah dengan sopan, kami sangat menghargai komentar anda untuk membantu pengembangan website kami. Anda harus mengikuti prosedur dari kami dalam berkomentar. Mohon maaf jangan membuang2 waktu anda dgn mensubmit link2 hidup di situs kami, karena kami tidak akan menampilkannya.

1. Dilarang Spamming
2. Komentar yg mengandung link aktif akan tidak akan ditampilkan
3. Komentar harus sesuai dengan topik dan relevan

Terimakasih atas kunjungannya di Website Sagoe Tunong

Emoticon