Tahukah Anda Seperti Apa Sejarah Sepakbola Indonesia Pada Masa Awal Kemerdekaan ?

Sagoe Tunong - Indonesia telah menasbihkan diri sebagai bangsa yang bebas dan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi sebagai tanda dan bukti pada dunia bahwa Indonesia telah menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat. Sampai saat ini Indonesia telah merdeka dan menjadi negara yang berkembang hingga sekarang yang telah menanjak usia yg ke 72 Tahun, Seperti apa Sejarah Sepakbola Indonesia pada masa awal kemerdekaan ?

Sepakbola yang merupakan olahraga nomor satu yang paling digemari masyarakat dunia telah lahir dan terkenal jauh sebelum Indonesia merdeka. Jika ditelaah dari sejarah yang telah ada Indonesia telah dekat dengan sepakbola bahkan jauh sebelum kita merdeka. Ada yang mengatakan bahwa Bangsa Indonesia telah bermain di piala dunia meskipun bukan dengan emblem dan negara Indonesia, pada saat itu Indonesia yang masih dijajah Belanda masuk ke putaran final piala dunia dengan nama Hindia Belanda. Akan tetapi meskipun dengan emblem penjajah ada dari segelintir pemain Indonesia berkutit dan memainkan peranan penting sebagai Pemain Sepakbola pada masa itu.


Sepakbola Indonesia Pada Masa Awal Kemerdekaan
Foto tersebut menjadi bukti bahwa Sepakbola Indonesia telah berkembang pada masa awal - awal setelah merdeka


Perkembangan sepakbola Indonesia mulai dirasakan dengan minat yang tinggi terhadap olahraga yang lahir di negara Ratu Elizabeth sehingga pada tahun 1950 Indonesia mulai mendirikan Kejuaraan Tingkat Nasional (KEJURNAS) menggantikan nama turnamen sebelumnya yaitu Kompetisi Sepakbola (yang sekarang menjadi Liga Indonesia dibawah naungan PSSI).

Harus diakui bahwa pada saat Hindia Belanda (Netherlands / Holland) menjajah Indonesia selama +/- 350 Tahun begitu banyak meninggalkan duka dan penderitaan terhadap Indonesia. Mereka berbuat semaunya mengambil hasil alam Indonesia yg berlimpah ruah, melakukan kerja rodi (kerja paksa tanpa hasil) kepada petani Indonesia, mereka mengambil alih kekuasaan pemerintah dan lain sebagainya. Jika dilihat tidak ada yang positif terhadap apa yang dilakukan Belanda selama menjajah Indonesia.

Belanda tidak meninggalkan apapun yang positif selama menjajah Indonesia. Belanda menjajah Indonesia mengambil sistem pembodohan dan perbudakan yang bisa diartikan mereka membuat penduduk pribumi Indonesia semakin jauh dari pendidikan seperti dilarang sekolah dan hanya menjadi pelayan mereka dengan pakasaan dan siksaan yang semakin hari membuat Indonesia semakin tenggelam dalam kesedihan dan penderitaan.

Namun dari segelintir pernyataan tersebut ada juga hal positif yang ditinggalkan Belanda setelah menjajah Indonesia, Apakah itu ? Sepakbola ! ya sepakbola.

Mau tidak mau kita sebagai jajahan Belanda harus mengakui bahwa negara kita Indonesia mengenal sepakbola dari Belanda yang lebih dulu mahir di bidang sepakbola pada sekian abad sebelumnya.

Situs rsssf.com menyatakan bahwa Sepakbola pertama kali muncul di Indonesia di wilayah Sumatera Utara tepatnya di kota Medan. Berbanggalah jika anda berasal dari Medan karena kota anda lah yang menjadi awal sejarah kebangkitan sepakbola Indonesia.

Pada 16 Oktober 1887, Belanda melakukan inisiatif untuk mengenalkan olahraga kepada Indonesia dengan mendirikan Gelanggang atau lebih tepatnya seperti Gor Olahraga yang diberi nama "Gymnastiek Vereeniging" di sana banyak warga Indonesia yang menjadi member dilatih untuk menguasai berbagai macam olahraga, salah satunya yaitu Sepakbola.

Melihat masyarakat Indonesia mulai menyukai olahraga khususnya Sepakbola, pada tahun 1914 Belanda menggelar turnamen sepakbola untuk pertama kalinya dalam sebuah acara perayaan Koloniale Tentoostelling (Perayaan Kolonial Belanda) yang di ikuti oleh 4 kota besar di Indonesia yaitu Batavia (Jakarta), Bandung, Semarang, dan Surabaya. Anggota lainnya juga termasuk dari perwakilan dari belanda yaitu Kolonial Belanda, Keturunuan Tionghoa, dan juga di ikuti oleh kelompok Pribumi.

Kemudian turnamen ini kian merambah ke kota - kota lain di Indonesia, Turnamen ini biasa disebut Stedenwedstrijden yang di kemudian hari akan berkembang menjadi kompetisi Perserikatan. Penduduk pribumi kemudian terinspirasi dari turnamen tersebut kemudian menggelar kompetisi internal seperti yang sudah kita semua ketahui, pada 29 April 1930 di Yogyakarta, berdirilah organisasi yang menaungi seluruh kegiatan sepak bola dari kalangan pribumi yaitu PSSI. Dan anda harus ketahui bahwa diketahui pula bahwa PSSI merupakan organisasi olahraga pertama yang ada di Indonesia.

Hari demi hari Sepakbola mengakar ke seluruh lapisan masyarakat sehingga menjadi olahraga yang merakyat dan salah satu yang paling disukai oleh penduduk pribumi. Kemudian menjalar keberbagai daerah di seluruh Indonesia. Selain tujuh kota (Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Solo, Madiun dan Magelang) yang memiliki klub sepak bola sebagai pendiri, daerah-daerah lainnya di Indonesia juga tidak kalah dalam mengembangkan, membentuk klub, dan memainkan sepak bola.

PSSI yang menjadi organisasi khusus yang menaungi sepakbola mulai memiliki banyak anggota, terdapat 40 anggota yang tersebat di pulau jawa, Makassar, Medan, Padang dan sekitarnya. Pada tahun 1942 Indonesia telah memiliki minat yang tinggi terhadap olahraga sepakbola.

Kemudian Jepang berhasil mengusir dan merebut kekuasaan Belanda serta mengambil alih menjadi penjajah Indonesia. Belanda yang tidak terima dengan inisiatif Jepang membubarkan PSSI yang pada saat itu masih berada di bawah bayang - bayang kolonial. Jepang kemudian melakukan perombakan aktifitas dan mengumpulkan massa dan mengawasi penduduk pribumi dibawah Kekuasaan Kekaisaran Jepang.

Sepakbola mulai meredup pada masa penjajahan Jepang dikarenakan Jepang melarang penduduk pribumi untuk bermain sepakbola sebagai olahraga, gantinya Jepang menyuruh kepada kaum pribumi untuk belajar olahraga khas asal mereka yang dinamakan Taiso atau sejenis Olahraga Senam.

Setelah Indonesia Merdeka dengan mengusir Jepang dari negeri tercinta dan mengambil alih kekuasaan atas Nusantara serta berdaulat. Tepatnya pada tahun 1950 PSSI kembali aktif melalui transformasi dari departemen sepak bola di badan olahraga republik, PORI. Pada tahun yang sama, Persib Bandung berhasil memenangkan kompetisi nasional di Semarang setelah mengalahkan Persebaya Surabaya di partai puncak. Setelah tahun tersebut, kompetisi nasional kemudian bernama Kejurnas PSSI yang di tahun-tahun selanjutnya menjadi cikal bakal kompetisi profesional di sepak bola Indonesia.




Berkomentarlah dengan sopan, kami sangat menghargai komentar anda untuk membantu pengembangan website kami. Anda harus mengikuti prosedur dari kami dalam berkomentar. Mohon maaf jangan membuang2 waktu anda dgn mensubmit link2 hidup di situs kami, karena kami tidak akan menampilkannya.

1. Dilarang Spamming
2. Komentar yg mengandung link aktif akan tidak akan ditampilkan
3. Komentar harus sesuai dengan topik dan relevan

Terimakasih atas kunjungannya di Website Sagoe Tunong

Emoticon